83
Views

Trading Journal & Backtest: Membaca Data Bandar pada ONG

27 Agustus 2026

Ini adalah catatan trading journal dan backtest yang saya lakukan pada 27 Agustus 2026.

Ya, anggap saja ini sebagai sebuah pengalaman. Namun, bagi saya, pengalaman seperti ini penting untuk terus menguji dan meyakini bahwa metode “Cheat Bandar” memiliki probabilitas yang menarik ketika digunakan bersama data, manajemen risiko, dan disiplin trading.

Saya ingin membagikan prosesnya secara transparan, bukan sekadar menunjukkan hasil akhirnya.

Kasus ONG — 20–21 Agustus 2026

Saya mulai mengamati pergerakan ONG pada 20–21 Agustus.

Salah satu data yang menjadi perhatian saya adalah perbandingan likuidasi:

Long vs Short
🟢 Long: $3,71 juta
🔴 Short: $6,49 juta

Pada periode tersebut, posisi Short mengalami tekanan yang cukup besar.

ONG sendiri berada di sekitar Rank #329 CoinMarketCap. Dengan posisi tersebut, kerugian sekitar Rp115,5 miliar pada trader yang mengambil posisi Short tentu bukan angka yang kecil.

Bagi saya, data seperti ini menarik untuk dipelajari.

Bukan hanya melihat grafik naik atau turun, tetapi mencoba memahami:

  • Di mana posisi trader berada?
  • Siapa yang paling banyak terkena likuidasi?
  • Seberapa besar tekanan Long vs Short?
  • Apakah ada potensi pergerakan yang bisa dimanfaatkan?
  • Dan yang paling penting, bagaimana mengelola risiko jika analisis ternyata salah?

Kesimpulan

Backtest ini bukan berarti setiap signal pasti menghasilkan profit.

Justru sebaliknya, pengalaman ini mengingatkan saya bahwa probabilitas dan manajemen risiko jauh lebih penting daripada sekadar menebak arah harga.

“Cheat Bandar” bukan tentang selalu benar.
Tetapi tentang membaca data, mencari probabilitas, lalu mengatur risiko dengan disiplin.

Trading tetap memiliki risiko. Karena itu, jangan gunakan modal yang tidak siap untuk kehilangan dan selalu sesuaikan posisi dengan money management.



Jadi, maksud dari backtest ini adalah:

Jika mengambil posisi Short ONG di area $0,11–$0,154, maka berdasarkan pergerakan harga setelahnya, posisi tersebut sudah berada dalam kondisi profit pada saat harga mengalami penurunan.

Salah satu indikator yang saya perhatikan adalah munculnya wick ke atas secara tiba-tiba sebesar +6,36% pada 21 Agustus 2026.

Wick seperti ini menjadi salah satu sinyal yang menarik untuk diperhatikan, terutama ketika dikombinasikan dengan data likuidasi dan pergerakan posisi Long vs Short.

Bagi saya, bukan sekadar melihat candle naik atau turun, tetapi mencoba membaca apa yang terjadi di balik pergerakan harga tersebut.

Data → Probabilitas → Eksekusi → Manajemen Risiko

Semoga jurnal dan pengalaman backtest ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran bersama. 🙏

Disclaimer: Ini adalah hasil observasi dan backtest, bukan jaminan profit. Trading memiliki risiko, jadi tetap gunakan money management dan sesuaikan ukuran posisi dengan kemampuan risiko masing-masing.

Semoga informasi ini bermanfaat !

Article Categories:
Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *