77
Views

🎯 Kenapa Saya Memilih FARTCOIN?

Di sini saya ingin menjelaskan kenapa saya memilih FARTCOIN.

Signal yang saya gunakan bukan hanya berdasarkan analisa teknikal, tetapi lebih fokus pada data likuidasi dan perilaku bandar/market maker.

📊 Dari data yang saya lihat:

🔴 Posisi Long mengalami likuidasi sekitar $15,4 juta atau setara ± Rp274 miliar.

🟢 Sementara posisi Short hanya mengalami likuidasi sekitar $580 ribu atau ± Rp10,3 miliar.

Artinya, berdasarkan data tersebut, sekitar:

96% Long vs 4% Short

Ini yang menjadi perhatian saya.

🐋 Lalu bagaimana cara saya membaca situasinya?

Saya melihat di mana likuiditas terbesar berada dan bagaimana harga bergerak setelah posisi trader banyak terkena likuidasi.

Dalam kondisi tertentu, setelah likuiditas besar tersapu, saya akan mengamati apakah harga berpotensi kembali menuju area sebelumnya sebelum likuiditas berikutnya menjadi target.

Setelah itu, saya akan mencari peluang pada altcoin lainnya.

Intinya: kita mengikuti ke mana likuiditas dan uang besar bergerak.

Saya sering menggambarkannya seperti ikan remora 🐟 yang mengikuti ikan besar. 😄


🤖 Kenapa Menggunakan Teknik Grid?

Saya tidak langsung masuk dengan posisi besar.

Saya menggunakan teknik Grid, yaitu masuk secara bertahap dengan ukuran posisi kecil.

Tujuannya bukan untuk “mengelabui bandar”, tetapi supaya risiko dan harga rata-rata posisi dapat dikelola lebih fleksibel dibandingkan langsung masuk dengan satu posisi besar.

Karena yang paling penting bagi saya adalah:

Money Management > Besarnya posisi.


💰 Money Management yang Saya Gunakan

Untuk setiap signal, saya membatasi risiko sekitar 2% dari modal.

Misalnya:

Modal = $1.000
Risiko 2% = $20

Saya kemudian bisa menyiapkan entry berikutnya sesuai dengan rencana grid.

Contohnya:

  • Entry pertama → risiko maksimal 2%
  • Jika harga bergerak berlawanan → entry berikutnya sesuai rencana
  • Total risiko yang saya siapkan untuk satu setup bisa mencapai sekitar 4%

Saya menggunakan range yang cukup lebar, sehingga tidak perlu menempatkan SL terlalu dekat dengan harga entry.

🔥 Inilah yang menurut saya menarik:

SL lebih jauh bukan berarti risikonya lebih besar, selama ukuran posisi dihitung dengan benar.

Jadi bukan memperbesar risiko…

Tetapi memperkecil ukuran posisi agar risiko tetap terkendali.


🧠 Kesimpulan

Strategi yang saya gunakan adalah kombinasi:

DATA LIKUIDASI
⬇️
Membaca perilaku market
⬇️
Entry bertahap / Grid
⬇️
Money Management 2%
⬇️
Risk tetap terkontrol

Teknik ini baru saya kembangkan beberapa bulan terakhir dan sejauh ini hasil pengujian serta penerapannya menurut saya sangat menarik.

Makanya saya bagikan kepada teman-teman komunitas.

Bukan berarti strategi ini pasti profit.

Trading tetap memiliki risiko.

Kita tidak perlu melawan bandar.
Kita cukup membaca jejaknya dan mengikuti peluang yang tersedia. 🐋📊

⚠️ Data likuidasi tidak menjamin arah harga. Selalu lakukan DYOR dan sesuaikan risiko dengan kemampuan masing-masing.

Position Size Calculator
POSITION SIZE / MONEY MANAGEMENT –:–:–

Kalkulator Ukuran Posisi

Tentukan ukuran posisi dari risiko tetap (% modal), bukan sebaliknya — supaya Stop Loss bisa ditaruh jauh tanpa menambah risiko modal.
$
%
$
%
%
Hasil Perhitungan
Ukuran Posisi (Notional) $0
Risiko Nominal ($) $0
⛔ Harga Stop Loss $0
🎯 Harga Take Profit $0
Jumlah Unit / Koin 0
Risk : Reward Ratio 0
% dari Modal Terpakai 0%
Rumus: Ukuran Posisi = Risiko ($) ÷ Jarak SL (%). Semakin jauh SL, semakin kecil ukuran posisi — sehingga kerugian maksimal tetap sesuai % risiko yang kamu tentukan, berapa pun lebar SL-nya.

Ini alat bantu hitung, bukan rekomendasi trading. Selalu sesuaikan dengan toleransi risiko dan kondisi market kamu sendiri.

Untuk Fartcoin saat ini di harga $0.173

Article Tags:
· ·
Article Categories:
Altcoin · Crypto · Outlook Altcoin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *